Sunday, September 23, 2012

Menunggu Bulan Jatuh Ke Riba


assalammualaikum semuanya . menunggu ? untuk pengetahuan semua , aku sudah mempunyai pekerjaan baru . pekerjaan tanpa gaji dan paksaan . hanya memerlukan sedikit  kesabaran . menunggu . itulah pekerjaan baru ku . bermula saat celiknya mataku , aku menunggu seorang lelaki yang juga dianggap seorang yang teristimewa dalam hidupku . kehadiranku baginya hanyalah membebankan . ayat inilah yang sering berulang di firasatku . sebelumnya , aku pernah menunggu jejaka ini selama 5 tahun untuk menjadi milikku . walaupun kini beliau sudah sepenuhnya milik aku , tetapi aku masih tetap menunggu . menunggunya pulang ke rumah supaya aku dapat mengubat rinduku . maksudnya di sini , on the phone . saat itulah aku dapat merasakan kasih sayangnya kepadaku sebagai pasanganku . di siang hari , beliau sibuk bekerja dan pulang pada lewat malam . setelah itu , waktunya dihabiskan dengan melepak dengan sahabatnya . kemudian , baru waktu aku dengannya . setiap hari cuma sejam yang kami lalui bersama . selebihnya , beliau dengan kenalan beliau di luar manakala aku dengan keluargaku di rumah . untuk beliau , terima kasih untuk segalanya . aku akan cuba untuk bersabar selagi termampu . jika tidak , tolong maafkan aku . itu sahaja untuk kali ini . assalammualaikum beliau dan anda  :)

No comments:

Post a Comment